Kontras: Jokowi Tak Penuhi Nawacita, Banyak kriminalisasi

0
170
Kordinator Kontras Yati Andriani (Foto Indopos)

Keadilannews.com, Jakarta – LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai belum terungkapnya kasus Novel Baswedan termasuk kegagalan Presiden Joko Widodo memenuhi poin pertama janji hak asasi manusia dalam Nawacita.

“Realitasnya justru pejuang antikorupsi dikriminalisasi,” ucap koordinator KontraS, Yati Andriani, di kantornya, Jakarta, Jumat, (19/10).

Yati mengatakan, poin pertama janji HAM Jokowi dan Jusuf Kalla adalah membangun politik legislasi yang jelas, terbuka, dan berpihak kepada pemberantasan korupsi, penegakkan HAM, perlindungan lingkungan hidup, dan reformasi lembaga penegak hukum.

Namun, pada kasus dugaan penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Jokowi terus menghindar untuk membentuk tim gabungan pencari fakta kasus Novel Baswedan. “Padahal sudah jelas, sudah lebih dari setahun Polri gagal menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel,” ucap yati.

Selain itu, Yati juga melihat ada upaya pelemahan terhadap KPK. Misalnya, ia menyebutkan adanya perusakan barang bukti oleh bekas penyidik KPK dari kalangan Polri, yang diungkap oleh IndonesiaLeaks.

LEAVE A REPLY