Editor Ali H

Sabtu 7 April 2018 15:30 WIB

Keadilannews.com Jakarta – Para pelapor nggan mencabut laporan atas kasus Penodaan Agama tak terkecuali Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) menyatakan belum akan menarik laporannya atas Sukmawati Soekarnoputri.

Meskipun, pada Kamis (5/4/2018.,Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengimbau kepada umat Islam untuk menerima permintaan maaf sukmawati dan menarik seluruh laporan ke kepolisian yang telah dibuat.

Menanggapi hal tersebut Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) berpendapat kalau puisi yang dibacakan Sukmawati patut diduga adanya unsur perbuatan melawan hukum.
Puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di acara ’29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018′ menjadi kontroversi. Puisi Sukmawati menyebut soal syariat Islam, cadar hingga azan itu menjadi viral lewat media sosial, serta menuai pro dan kontra.

Sejumlah kalangan menilai Sukmawati Soekarnoputri tak sepatutnya membandingkan cadar dan konde serta suara azan dan kidung atau nyanyian. Sebab, pada pasal 156a huruf a KUHP menegaskan norma hukum larangan mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan di muka umum, yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

IKAMI meminta keadilan ditegakka lantaran semua pelaku kasus penghinaan agama, menurut dia, kini telah dijerat sanksi hukum. “ini menjadi landasan yurisprudensi agar Sukmawati tidak lolos dari jerat hukum kasus penodaan agama,” demikian IKAMI

Buntut kejadian itu, Alumni 212 dan Front Pembela Islam (FPI), yang tergabung dalam Aksi Bela Islam 6-4, berunjuk rasa di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, bakda salat Jumat siang. Massa menuntut Sukmawati Soekarnoputri dipidanakan karena puisinya dianggap menghina agama Islam.

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY