Agus Rahardjo Ketua KPK

Keadilannews.com, Jakarta – Agus Rahardjo Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal terkait adanya penyelidikan varu kasus korupsi (KTP-el). Agus mengatakan saat ini penyidik sedang melakukan pengembangan kasus dan mendalami kemungkinan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

“Mungkin untuk TPPU-nya Terhadap Setya Novanto mungkin, saya perlu mendalami, kalau proposalnya baru kemarin kan saya belum dapat laporan, ya kan, laporannyakan nanti baru setelah melakukan pemeriksaan, lalu ada ekspose,” tutur Agus di Gedung KPK Jakarta, Rabu (6/6/2018)

Pada Vonis terhadap terdakwa Setya Novanto Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Majelis hakim menilai semua unsur pasal tindak pidana korupsi telah terpenuhi, yakni merugikan negara dan memperkaya diri sendiri dengan mendapatkan komisi fee dari proyek KTP-el dan menyalahgunakan wewenang karena jabatan atau kedudukan.

Setnov dinilai menggunakan kewenangan atau jabatan untuk tujuan lain demi menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Dalam perkara ini, Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-el. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp 2,3 triliun.

Setnov menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte LTd dan Delta Energy Pte Lte yang berada di Singapura, Made Oka Masagung. Sementara itu, jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran.

setnov pernah memberikan keterangan terkait masih banyak hal yang perlu disampaikan mengenai kasus pengadaan proyek KTP-el. Ia pun berjanji akan bersikap kooperatif terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika dipanggil sebagai saksi di persidangan.

“Saya masih tetap untuk cooling down dulu, dan tetap saya akan kooperatif pada KPK, pada saat nanti menghadiri saksi-saksi perkara lainnya mendalami. karena masih banyak juga hal hal yang masih perlu di sampaikan nanti,” kata setnov.

LEAVE A REPLY