Peryataan Bank Indonesia Terkait Melemahnya Rupiah

Jum'at 15.30 WIB

0
239

Keadilanews.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) Memberikan peryataan terkait tekanan global terus berlangsung. Hal itu ditandai likuiditas global yang mengetat serta ketidakpastian pasar keuangan tetap tinggi, ditengah kenaikan pertumbuhan ekonomi global 2018 yang diprakirakan terus berlanjut.

 

“Prospek pemulihan ekonomi global yang membaik meningkatkan volume perdagangan dunia,  yang kemudian berdampak pada harga komoditas yang tetap kuat. Hanya, pada saat sama, kondisi likuiditas global mengetat dan ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi dipicu oleh prakiraan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang lebih agresif setelah FOMC (Federal Open Market Committee) Juni 2018 dan volatilitas imbal hasil surat utang AS yang masih tinggi,” Ucap Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat, (29/6).

Dirinya menegaskan, ketidakpastian global yang masih tinggi juga dipengaruhi kebijakan Bank Sentral Uni Eropa (ECB) yang menurunkan net pembelian aset, kebijakan Bank Sentral Cina (PBoC) yang menurunkan GWM. Ditambag harga minyak yang naik, serta ketegangan hubungan dagang AS-Cina yang kembali meningkat.

“Karena ketidakpastian tersebut pada gilirannya memicu penguatan mata uang dolar secara global dan memicu pembalikan modal dari negara berkembang. Dengan begitu memperlemah mata uang banyak negara, termasuk rupiah,” kata Perry.

Kondisi itu memerlukan respon kebijakan tepat untuk memelihara imbal hasil pasar keuangan di negara berkembang agar tetap menarik bagi investor.

LEAVE A REPLY