Ilustrasi Kampanye

Keadilan News — Serikat Buruh dari Federasi Serikat Pekerja Industri semen ndonesia (FSPISI) menuduh
perusahaan semen asal China kerap membayar gaji karyawan dengan jumlah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) selama bertahun-tahun.

Gaji rendah dilakukan agar mereka bisa menjual produknya dengan harga yang lebih murah dibandingkan semen lokal.

Ketua FSPISI Ronida menyatakan pihaknya sempat melakukan investigasi ke salah satu perusahaan semen asal China, yakni Conch.

Menurutnya, perusahaan itu diduga sengaja tak menaikkan gaji karyawannya agar beban biaya operasional perusahaan tidak membengkak.

“Upah karyawan rendah, bisa tiga kali lipat di bawah kami. Kalau beban operasional yang lain tidak bisa diotak-atik karena kan bahan bakar dan lainnya semua sama, yang bisa diubah-ubah hanya upah,” kata Ronida, Kamis (8/8/2109).

Ronida menyatakan Conch hanya akan memberikan biaya tunjangan tambahan bagi karyawan lulusan D3 sebesar Rp100 ribu dan S1 sebesar Rp200 ribu. Selebihnya, gaji akan selalu sama setiap tahun.

Sejumlah karyawan sebenarnya mengaku telah menyatakan keberatan dengan kebijakan perusahaan tersebut. Namun, belum ada titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak hingga saat ini


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY