JAKARTA – KEADILANNEWS – Kepala Bidang Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Romadhon Jasm menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dalam kabinet Indonesia Maju.

Dia menilai bahwa latar belakang Erick Thohir sebagai pengusaha diyakini bisa membereskan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini sedang tidak sehat.

“BUMN merupakan salah satu pertahanan penting negara dalam aspek ekonomi. Sehingga keputusan Presiden Jokowi sudah tepat menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Karena BUMN memang perlu dikelola oleh orang yang punya kompetensi dan kemampuan manajerial dalam menyelesaikan sejumlah BUMN strategis yang sedang terlilit masalah,” kata dia, Jumat, (01/11/2019).

Selain itu, Erick Thohir yang tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu dianggap tidak akan terganggu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ke depan.

“Menteri BUMN memang harus diisi profesional yang punya komitmen kuat dalam membangun bangsa melalui BUMN. Erick Thohir saya pikir sudah memenuhi kriteria itu,” tegas dia.

Romadhon juga mengapresiasi langkah Erick Thohir yang fokus melakukan review terkait kinerja 144 perusahaan BUMN yang dikelolanya.

“Sehingga akan diketahui batas kemampuan para pimpinan BUMN dalam menyusun strategi dan bisnis model untuk mengembangkan perusahaan. Ini positif untuk mencegah potensi agar BUMN tidak terbelit masalah, baik dari aspek manajerial, utang dan pengelolaan perusahaan,” imbuh dia.

Ia optimis, Kementerian BUMN dibawah kepemimpinan Erick Thohir juga akan mampu mengubah kompetensi dan budaya bisnis perusahaan milik negara.

“Erick Thohir juga seorang leader. Di BUMN banyak sekali Dirut dan komisaris yang diutus dari partai politik dan beberapa kelompok bisnis dengan beragai kepentingannya. Ini membutuhkan seorang pemimpin yang berani agar tidak tersandra ego sektoral,” jelas Romadhon.

Ia berharap, Erick Thohir mampu mengubah budaya BUMN menjadi lebih kompetitif, mampu bersaing di pasar global dan beradaptasi dengan cara-cara berbisnis baru di jaman ekonomi digital yang tumbuh cepat sekarang ini.

“Karena dari ratusan BUMN, yang punya kontribusi signifikan pada penerimaan negara hanya puluhan. Ini tentu tantangan yang harus dilakukan Erick Thohir agar ke depan deviden negara dari BUMN jumlahnya lebih banyak lagi,” tegas Romadhon.

Ia juga meminta Erick Thohir juga melanjutkan sejumlah program yang diwariskan Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno yang dianggap positif.

“Tentu ada sejumlah legacy dan skema pengembangan BUMN yang dirmwariskan Rini Soemarno, yang harus terus dilakukan dan dipertahankan oleh Erick Thohir ke depan. Sehingga berbagai program dan terobosan kebijakan yang dilakukan menjadi berkesinambungan,” tandas dia.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/keadilan/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 326

LEAVE A REPLY